Loading... Please wait...

Our Newsletter


Batik Tuban dan Tenun Gedog yang Mempesona

Posted on 22nd Oct 2010 @ 9:43 PM

Tuban merupakan kota penuh cerita dan sejarah, dan merupakan salah satu tujuan wisata yang mempesona. Tuban menyajikan berbagai pesona wisata mulai dari tempat bersejarah, tempat untuk refreshing (seperti pantai boom), wisata kuliner yang akan menggoyang lidah, serta wisata belanja. Lokasi kota Tuban yang berada di pantai utara memberikan nuansa pantai yang menakjubkan, terutama di sore hari.

Salah satu pesona yang juga disajikan oleh Tuban dan bisa dijadikan sebagai souvenir. Ketika berjalan-jalan ke Tuban adalah batik Tuban. Batik merupakan salah satu produk budaya bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, batik mengalami perkembangan corak, teknik, proses dan fungsi akibat perjalanan masa dan sentuhan berbagai budaya lain.

Batik Tuban merupakan salah satu Batik Pesisiran, yang mempunyai ciri khas yaitu warna yang beragam. Batik Tuban memiliki kemiripan dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal dan penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.

Salah satu jenis batik Tuban yang terkenal adalah batik Gedog. Batik tenun gedog Tuban adalah salah satu jenis batik di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri namun mulai mengalami penurunan produksi sehingga akhirnya menjadi kurang diminati dan perlahan dapat menghilang.

Salah satu ciri batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar. Proses pembuatan batik tulis gedog Tuban berbeda dari batik tenun pada umumnya, karena batik gedog ditenun dalam bentuk putihan dan baru diberi motif jika proses menenun selesai. Keistimewaan batik gedog, bukan hanya proses pembuatannya, tetapi juga motifnya seperti remekan, kembang wuluh, kates gantung, kopi pecah, ceblongan titik muser, geringsing, cumi-cumi, unyeng-unyeng, panjiori, kenongo uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong, panji konang. Tiga motif batik terakhir dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila bahkan dinyakini bisa menyembuhkan penyakit.

Kalau semula kain batik tenun gedog terbatas hanya bisa dibuat untuk taplak meja, selendang, kemeja, kini sudah berkembang menjadi motif batik untuk kaos, daster dan pakaian wanita lainnya. Pada perkembangannya pula, justru konsumen lokal banyak yang mencari batik kaos dan semacamnya. Sementara batik tenun gedog banyak dicari konsumen dari Bali atau turis mancanegara.

Dewasa ini, pengembangan batik gedog Tuban mulai mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu cara untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kain ini, dilakukan strategi pemrosesan batik Geduk dengan menggunakan teknik needleecraft. Teknik ini digunakan sebagai alternatif eksplorasi teknik tekstil yang dapat diaplikasikan di atas bahan dasar batik tenun gedog Tuban. Dengan mengutamakan nilai estetika dan fungsi, eksplorasi ini tetap memperhatikan esensi dari produk kria yaitu barang hasil ciptaan dari kebudayaan sehari-hari dengan berbasis tradisi, historis, kepercayaan, nilai-nilai dan kondisi lokal yang memiliki aspek-aspek perbaruan fungsi, keunikan, originalitas bentuk, dan ketepatan dalam mempergunakan material atau medium. Penggunaan jarum telah menjadi cara yang paling fleksibel dan tak terbatas di antara segala jenis kria. Bahkan sulam yang paling sederhana pun dapat menambah keindahan suatu gaun atau akesoris, perabotan dan benda-benda kecil lainnya dalam cara-cara yang orisinil.

Dengan adanya olahan dan eksplorasi teknik needlecraft di atas batik tenun gedog Tuban diharapkan minat masyarakat terhadap kain ini akan meningkat sehingga dapat memobilisasi masyarakat ke arah perbaikan, kualitas hidup, peningkatan ekonomi, pengetahuan dan keterampilannya.