<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Tuban Craft Dot Com Batik Tulis dan Tenun Gedog Online Shop: Latest News]]></title>
		<link>http://tubancraft.com</link>
		<description><![CDATA[The latest news from Tuban Craft Dot Com Batik Tulis dan Tenun Gedog Online Shop.]]></description>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 18:47:41 +0000</pubDate>
		<item>
			<title><![CDATA[Batik Tuban dan Tenun Gedog yang Mempesona]]></title>
			<link>http://tubancraft.com/news/5/Batik-Tuban-dan-Tenun-Gedog-yang-Mempesona.html</link>
			<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 13:30:56 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://tubancraft.com/news/5/Batik-Tuban-dan-Tenun-Gedog-yang-Mempesona.html</guid>
			<description><![CDATA[<p><img class="__mce_add_custom__" style="float: left; margin: 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59X1XdRv9Ho/TEvxpYU4c3I/AAAAAAAABZc/J4gv66xK-co/s1600/batik-tuban.jpg" alt="" width="200" height="150" /><a href="http://tubancraft.com" target="_blank">Tuban</a> merupakan kota penuh cerita dan sejarah, dan merupakan salah satu tujuan wisata yang mempesona. Tuban  menyajikan berbagai pesona wisata mulai dari tempat bersejarah, tempat untuk refreshing (seperti pantai boom), wisata kuliner yang akan menggoyang lidah, serta wisata belanja. Lokasi kota Tuban yang berada di pantai utara memberikan nuansa pantai yang menakjubkan, terutama di sore hari.</p>
<p>Salah satu pesona yang juga disajikan oleh <a href="http://tubancraft.com" target="_blank">Tuban</a> dan bisa dijadikan sebagai souvenir. Ketika berjalan-jalan ke Tuban adalah batik Tuban. Batik merupakan salah satu produk budaya bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, batik mengalami perkembangan corak, teknik, proses dan fungsi akibat perjalanan masa dan sentuhan berbagai budaya lain.</p>
<p><a href="http://tubancraft.com/pages/Batik-Tuban.html">Batik Tuban</a> merupakan salah satu Batik Pesisiran, yang mempunyai ciri khas yaitu warna yang beragam. Batik Tuban memiliki kemiripan dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal dan penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.</p>
<p>Salah satu jenis batik Tuban yang terkenal adalah <a href="http://tubancraft.com/pages/Batik-Gedog.html">batik Gedog</a>. Batik tenun gedog Tuban adalah salah satu jenis batik di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri namun mulai mengalami penurunan produksi sehingga akhirnya menjadi kurang diminati dan perlahan dapat menghilang.</p>
<p>Salah satu ciri batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar. Proses pembuatan batik tulis gedog Tuban berbeda dari batik tenun pada umumnya, karena batik gedog ditenun dalam bentuk putihan dan baru diberi motif jika proses menenun selesai. Keistimewaan batik gedog, bukan hanya proses pembuatannya, tetapi juga motifnya seperti remekan, kembang wuluh, kates gantung, kopi pecah, ceblongan titik muser, geringsing, cumi-cumi, unyeng-unyeng, panjiori, kenongo uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong, panji konang. Tiga motif batik terakhir dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila bahkan dinyakini bisa menyembuhkan penyakit.</p>
<p>Kalau semula kain batik tenun gedog terbatas hanya bisa dibuat untuk taplak meja, selendang, kemeja, kini sudah berkembang menjadi motif batik untuk kaos, daster dan pakaian wanita lainnya. Pada perkembangannya pula, justru konsumen lokal banyak yang mencari batik kaos dan semacamnya. Sementara batik tenun gedog banyak dicari konsumen dari Bali atau turis mancanegara.</p>
<p>Dewasa ini, pengembangan batik gedog Tuban mulai mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu cara untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kain ini, dilakukan strategi pemrosesan batik Geduk dengan menggunakan teknik needleecraft. Teknik ini digunakan sebagai alternatif eksplorasi teknik tekstil yang dapat diaplikasikan di atas bahan dasar batik tenun gedog Tuban. Dengan mengutamakan nilai estetika dan fungsi, eksplorasi ini tetap memperhatikan esensi dari produk kria yaitu barang hasil ciptaan dari kebudayaan sehari-hari dengan berbasis tradisi, historis, kepercayaan, nilai-nilai dan kondisi lokal yang memiliki aspek-aspek perbaruan fungsi, keunikan, originalitas bentuk, dan ketepatan dalam mempergunakan material atau medium. Penggunaan jarum telah menjadi cara yang paling fleksibel dan tak terbatas di antara segala jenis kria. Bahkan sulam yang paling sederhana pun dapat menambah keindahan suatu gaun atau akesoris, perabotan dan benda-benda kecil lainnya dalam cara-cara yang orisinil.</p>
<p>Dengan adanya olahan dan eksplorasi teknik needlecraft di atas batik tenun gedog Tuban diharapkan minat masyarakat terhadap kain ini akan meningkat sehingga dapat memobilisasi masyarakat ke arah perbaikan, kualitas hidup, peningkatan ekonomi, pengetahuan dan keterampilannya.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="__mce_add_custom__" style="float: left; margin: 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_59X1XdRv9Ho/TEvxpYU4c3I/AAAAAAAABZc/J4gv66xK-co/s1600/batik-tuban.jpg" alt="" width="200" height="150" /><a href="http://tubancraft.com" target="_blank">Tuban</a> merupakan kota penuh cerita dan sejarah, dan merupakan salah satu tujuan wisata yang mempesona. Tuban  menyajikan berbagai pesona wisata mulai dari tempat bersejarah, tempat untuk refreshing (seperti pantai boom), wisata kuliner yang akan menggoyang lidah, serta wisata belanja. Lokasi kota Tuban yang berada di pantai utara memberikan nuansa pantai yang menakjubkan, terutama di sore hari.</p>
<p>Salah satu pesona yang juga disajikan oleh <a href="http://tubancraft.com" target="_blank">Tuban</a> dan bisa dijadikan sebagai souvenir. Ketika berjalan-jalan ke Tuban adalah batik Tuban. Batik merupakan salah satu produk budaya bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, batik mengalami perkembangan corak, teknik, proses dan fungsi akibat perjalanan masa dan sentuhan berbagai budaya lain.</p>
<p><a href="http://tubancraft.com/pages/Batik-Tuban.html">Batik Tuban</a> merupakan salah satu Batik Pesisiran, yang mempunyai ciri khas yaitu warna yang beragam. Batik Tuban memiliki kemiripan dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal dan penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.</p>
<p>Salah satu jenis batik Tuban yang terkenal adalah <a href="http://tubancraft.com/pages/Batik-Gedog.html">batik Gedog</a>. Batik tenun gedog Tuban adalah salah satu jenis batik di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri namun mulai mengalami penurunan produksi sehingga akhirnya menjadi kurang diminati dan perlahan dapat menghilang.</p>
<p>Salah satu ciri batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar. Proses pembuatan batik tulis gedog Tuban berbeda dari batik tenun pada umumnya, karena batik gedog ditenun dalam bentuk putihan dan baru diberi motif jika proses menenun selesai. Keistimewaan batik gedog, bukan hanya proses pembuatannya, tetapi juga motifnya seperti remekan, kembang wuluh, kates gantung, kopi pecah, ceblongan titik muser, geringsing, cumi-cumi, unyeng-unyeng, panjiori, kenongo uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong, panji konang. Tiga motif batik terakhir dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila bahkan dinyakini bisa menyembuhkan penyakit.</p>
<p>Kalau semula kain batik tenun gedog terbatas hanya bisa dibuat untuk taplak meja, selendang, kemeja, kini sudah berkembang menjadi motif batik untuk kaos, daster dan pakaian wanita lainnya. Pada perkembangannya pula, justru konsumen lokal banyak yang mencari batik kaos dan semacamnya. Sementara batik tenun gedog banyak dicari konsumen dari Bali atau turis mancanegara.</p>
<p>Dewasa ini, pengembangan batik gedog Tuban mulai mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu cara untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kain ini, dilakukan strategi pemrosesan batik Geduk dengan menggunakan teknik needleecraft. Teknik ini digunakan sebagai alternatif eksplorasi teknik tekstil yang dapat diaplikasikan di atas bahan dasar batik tenun gedog Tuban. Dengan mengutamakan nilai estetika dan fungsi, eksplorasi ini tetap memperhatikan esensi dari produk kria yaitu barang hasil ciptaan dari kebudayaan sehari-hari dengan berbasis tradisi, historis, kepercayaan, nilai-nilai dan kondisi lokal yang memiliki aspek-aspek perbaruan fungsi, keunikan, originalitas bentuk, dan ketepatan dalam mempergunakan material atau medium. Penggunaan jarum telah menjadi cara yang paling fleksibel dan tak terbatas di antara segala jenis kria. Bahkan sulam yang paling sederhana pun dapat menambah keindahan suatu gaun atau akesoris, perabotan dan benda-benda kecil lainnya dalam cara-cara yang orisinil.</p>
<p>Dengan adanya olahan dan eksplorasi teknik needlecraft di atas batik tenun gedog Tuban diharapkan minat masyarakat terhadap kain ini akan meningkat sehingga dapat memobilisasi masyarakat ke arah perbaikan, kualitas hidup, peningkatan ekonomi, pengetahuan dan keterampilannya.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Detail Ukuran Baju Standart]]></title>
			<link>http://tubancraft.com/news/4/Detail-Ukuran-Baju-Standart.html</link>
			<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 02:49:01 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://tubancraft.com/news/4/Detail-Ukuran-Baju-Standart.html</guid>
			<description><![CDATA[<table style="width: 338px; height: 164px;" border="0" align="center">
<tbody>
<tr style="text-align: left;">
<td><strong>Ukuran Blus</strong></td>
<td><strong>S</strong></td>
<td><strong>M</strong></td>
<td><strong>L</strong></td>
<td><strong>XL</strong></td>
<td><strong>XXL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lingkar badan</td>
<td>94</td>
<td>98</td>
<td>102</td>
<td>106</td>
<td>110</td>
</tr>
<tr>
<td>Lebar bahu</td>
<td>38</td>
<td>39</td>
<td>40</td>
<td>42</td>
<td>44</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang tangan</td>
<td style="text-align: center;" colspan="5">bervariasi</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang blus</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Ukuran hem/kemeja</strong></td>
<td><strong>S</strong></td>
<td><strong>M</strong></td>
<td><strong>L</strong></td>
<td><strong>XL</strong></td>
<td><strong>XXL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lingkar badan</td>
<td>106</td>
<td>108</td>
<td>110</td>
<td>112</td>
<td>114</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang tangan hem/kemeja<br /></td>
<td>24/55</td>
<td>26/57</td>
<td>28/59</td>
<td>30/61</td>
<td>32/63</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang hem/kemeja</td>
<td>74</td>
<td>75</td>
<td>76</td>
<td>77</td>
<td>78</td>
</tr>
<tr>
<td>Lebar bahu</td>
<td>50</td>
<td>51</td>
<td>52</td>
<td>53</td>
<td>54</td>
</tr>
</tbody>
</table>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="width: 338px; height: 164px;" border="0" align="center">
<tbody>
<tr style="text-align: left;">
<td><strong>Ukuran Blus</strong></td>
<td><strong>S</strong></td>
<td><strong>M</strong></td>
<td><strong>L</strong></td>
<td><strong>XL</strong></td>
<td><strong>XXL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lingkar badan</td>
<td>94</td>
<td>98</td>
<td>102</td>
<td>106</td>
<td>110</td>
</tr>
<tr>
<td>Lebar bahu</td>
<td>38</td>
<td>39</td>
<td>40</td>
<td>42</td>
<td>44</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang tangan</td>
<td style="text-align: center;" colspan="5">bervariasi</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang blus</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
<td>80</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Ukuran hem/kemeja</strong></td>
<td><strong>S</strong></td>
<td><strong>M</strong></td>
<td><strong>L</strong></td>
<td><strong>XL</strong></td>
<td><strong>XXL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Lingkar badan</td>
<td>106</td>
<td>108</td>
<td>110</td>
<td>112</td>
<td>114</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang tangan hem/kemeja<br /></td>
<td>24/55</td>
<td>26/57</td>
<td>28/59</td>
<td>30/61</td>
<td>32/63</td>
</tr>
<tr>
<td>Panjang hem/kemeja</td>
<td>74</td>
<td>75</td>
<td>76</td>
<td>77</td>
<td>78</td>
</tr>
<tr>
<td>Lebar bahu</td>
<td>50</td>
<td>51</td>
<td>52</td>
<td>53</td>
<td>54</td>
</tr>
</tbody>
</table>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tips Berbusana Batik Tuban]]></title>
			<link>http://tubancraft.com/news/3/Tips-Berbusana-Batik-Tuban.html</link>
			<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 02:42:15 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://tubancraft.com/news/3/Tips-Berbusana-Batik-Tuban.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pemakaian batik tidak serta merta akan terlihat elegan saat dikenakan. Sebab setiap orang memiliki aktivitas, karakter serta bentuk tubuh yang berbeda-beda. Masing-masing menampilkan kesan yang berbeda pula.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Lakukan hal-hal berikut ini agar tampilan Anda selaras dengan menggunakan batik.<br /><br /></span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pilih model batik yang sesuai dengan acara formal, kasual, ke kantor, berbelanja, atau acara keluarga.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Sebaiknya, padu padankan motif batik dengan padanan yang berdetail ringan (warna polos dan cutting yang simpel) untuk mendapatkan tampilan yang seimbang.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Gunakan aksesori yang berwarna senada dengan batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Kenakan aksesori simpel untuk Anda yang beraktivitas tinggi.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Motif batik dapat dipadukan dengan motif lurik atau kotak-kotak.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang memiliki leher jenjang, coba pakai kerah mandarin agar leher Anda semakin terlihat memesona.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bukan suatu masalah memadankan dua motif batik dalam satu padanan. Carilah warna yang senada dengan motif yang hampir serupa.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Baju batik dapat dipadupadankan dengan rok maupun celana jeans.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi pria, gunakan motif dan warna simpel untuk acara formal.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pria dapat memakai aksesori yang berbahan logam dan kulit untuk mempermanis tampilan.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;"><br />Agar dalam berbatik terlihat cocok, Anda perlu memperhatikan dan menghindari hal-hal berikut ini.<br /><br /></span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari pola cutting terbuka untuk acara ke kantor.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari motif batik yang besar dan mencolok bagi yang berbadan besar. Batik dengan motif kecil-kecil lebih cocok untuk Anda.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bila Anda memiliki tubuh berkulit gelap, hindari batik yang bercorak gelap. Pilihlah batik warna cerah.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang berkulit putih, hindari pemakaian batik yang bermotif cerah karena tampak kurang elegan.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang memakai jilbab, tidak perlu menggunakan kerudung motif batik jika sudah memakai baju motif batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang ingin kelihatan dewasa dan elegan, hindari motif batik cerah.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari model kerah menggelembung bagi yang memiliki leher pendek yang akan memberikan kesan leher Anda semakin pendek.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Untuk pria, sebaiknya hindari baju batik berlengan pendek pada acara formal.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Jika memiliki dada besar, hindari motif batik besar dan berkerut pada bagian dada. Ini memberi kesan dada semakin penuh.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari pemakaian aksesori yang berlebihan karena menghilangkan kesan elegan batik Anda.</span></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pemakaian batik tidak serta merta akan terlihat elegan saat dikenakan. Sebab setiap orang memiliki aktivitas, karakter serta bentuk tubuh yang berbeda-beda. Masing-masing menampilkan kesan yang berbeda pula.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Lakukan hal-hal berikut ini agar tampilan Anda selaras dengan menggunakan batik.<br /><br /></span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pilih model batik yang sesuai dengan acara formal, kasual, ke kantor, berbelanja, atau acara keluarga.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Sebaiknya, padu padankan motif batik dengan padanan yang berdetail ringan (warna polos dan cutting yang simpel) untuk mendapatkan tampilan yang seimbang.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Gunakan aksesori yang berwarna senada dengan batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Kenakan aksesori simpel untuk Anda yang beraktivitas tinggi.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Motif batik dapat dipadukan dengan motif lurik atau kotak-kotak.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang memiliki leher jenjang, coba pakai kerah mandarin agar leher Anda semakin terlihat memesona.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bukan suatu masalah memadankan dua motif batik dalam satu padanan. Carilah warna yang senada dengan motif yang hampir serupa.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Baju batik dapat dipadupadankan dengan rok maupun celana jeans.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi pria, gunakan motif dan warna simpel untuk acara formal.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Pria dapat memakai aksesori yang berbahan logam dan kulit untuk mempermanis tampilan.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;"><br />Agar dalam berbatik terlihat cocok, Anda perlu memperhatikan dan menghindari hal-hal berikut ini.<br /><br /></span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari pola cutting terbuka untuk acara ke kantor.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari motif batik yang besar dan mencolok bagi yang berbadan besar. Batik dengan motif kecil-kecil lebih cocok untuk Anda.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bila Anda memiliki tubuh berkulit gelap, hindari batik yang bercorak gelap. Pilihlah batik warna cerah.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang berkulit putih, hindari pemakaian batik yang bermotif cerah karena tampak kurang elegan.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang memakai jilbab, tidak perlu menggunakan kerudung motif batik jika sudah memakai baju motif batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Bagi yang ingin kelihatan dewasa dan elegan, hindari motif batik cerah.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari model kerah menggelembung bagi yang memiliki leher pendek yang akan memberikan kesan leher Anda semakin pendek.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Untuk pria, sebaiknya hindari baju batik berlengan pendek pada acara formal.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Jika memiliki dada besar, hindari motif batik besar dan berkerut pada bagian dada. Ini memberi kesan dada semakin penuh.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Hindari pemakaian aksesori yang berlebihan karena menghilangkan kesan elegan batik Anda.</span></li>
</ol>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cara Praktis Merawat Batik Tuban]]></title>
			<link>http://tubancraft.com/news/2/Cara-Praktis-Merawat-Batik-Tuban.html</link>
			<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 02:39:32 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://tubancraft.com/news/2/Cara-Praktis-Merawat-Batik-Tuban.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Keindahan corak dan warna batik tentu mempesona tiap orang yang memandangnya. Namun bagaimana jika keindahan itu tak lagi tampak karena kain batik Anda perlahan rusak dan pudar seiring waktu. Karena itu tentunya Anda ingin kain batik Anda tetap terlihat cantik meskipun sudah bertahun-tahun lamanya bukan? Yuk ikuti tips perawatannya..</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Merawat batik tidak sama seperti merawat kain dan baju lainnya. Dibutuhkan sedikit keterampilan dan kesabaran agar warna dan corak cantiknya tidak cepat pudar dan terlihat usang.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Cara terbaik untuk merawat kain batik adalah dengan mencucinya menggunakan cairan khusus yang banyak dijual di pasaran (lerak) atau bisa juga dengan menggunakan shampo. Larutkan shampo dalam air secukupnya hingga betul-betul merata agar terhindar dari pudarnya warna pada kain batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Jangan pernah mencuci kain batik di dalam mesin cuci. Selain dapat merusak kain itu sendiri, penggunaan deterjen pada kain batik dapat melunturkan warna dan corak yang ada. Apabila terdapat noda yang membandel dan sulit dihilangkan dengan lerak maupun shampo atau sabun cuci biasa, cobalah hilangkan noda tersebut dengan kulit jeruk tetapi jangan pada seluruh permukaan kain, melainkan hanya pada bagian yang terkena noda saja.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Setelah dicuci, biarkan kain batik mengering secara alami di tempat yang cukup teduh, jangan langsung dijemur dibawah terik matahari. Memeras kain batik dapat merusak warna dan motif kain.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Semprotkan pewangi pada kain batik Anda, jangan semprot kain secara langsung melainkan tutupi terlebih dahulu kain batik dengan koran kemudian semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain saat akan disetrika.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Untuk menghindari ngengat dan serangga lainnya di dalam lemari pakaian yang bisa merusak kain batik Anda, dapat diatasi dengan memasukan merica ke dalam tisu. Bau merica yang kurang sedap dapat mengusir ngengat sehingga kain batik Anda terjamin keamanannya! </span></li>
</ol>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Nah.., cukup mudah 'kan untuk merawat kain batik Anda agar tetap cantik. Selamat mencoba!</span></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Keindahan corak dan warna batik tentu mempesona tiap orang yang memandangnya. Namun bagaimana jika keindahan itu tak lagi tampak karena kain batik Anda perlahan rusak dan pudar seiring waktu. Karena itu tentunya Anda ingin kain batik Anda tetap terlihat cantik meskipun sudah bertahun-tahun lamanya bukan? Yuk ikuti tips perawatannya..</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Merawat batik tidak sama seperti merawat kain dan baju lainnya. Dibutuhkan sedikit keterampilan dan kesabaran agar warna dan corak cantiknya tidak cepat pudar dan terlihat usang.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">&nbsp;</span></p>
<ol>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Cara terbaik untuk merawat kain batik adalah dengan mencucinya menggunakan cairan khusus yang banyak dijual di pasaran (lerak) atau bisa juga dengan menggunakan shampo. Larutkan shampo dalam air secukupnya hingga betul-betul merata agar terhindar dari pudarnya warna pada kain batik.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Jangan pernah mencuci kain batik di dalam mesin cuci. Selain dapat merusak kain itu sendiri, penggunaan deterjen pada kain batik dapat melunturkan warna dan corak yang ada. Apabila terdapat noda yang membandel dan sulit dihilangkan dengan lerak maupun shampo atau sabun cuci biasa, cobalah hilangkan noda tersebut dengan kulit jeruk tetapi jangan pada seluruh permukaan kain, melainkan hanya pada bagian yang terkena noda saja.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Setelah dicuci, biarkan kain batik mengering secara alami di tempat yang cukup teduh, jangan langsung dijemur dibawah terik matahari. Memeras kain batik dapat merusak warna dan motif kain.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Semprotkan pewangi pada kain batik Anda, jangan semprot kain secara langsung melainkan tutupi terlebih dahulu kain batik dengan koran kemudian semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain saat akan disetrika.</span></li>
<li style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Untuk menghindari ngengat dan serangga lainnya di dalam lemari pakaian yang bisa merusak kain batik Anda, dapat diatasi dengan memasukan merica ke dalam tisu. Bau merica yang kurang sedap dapat mengusir ngengat sehingga kain batik Anda terjamin keamanannya! </span></li>
</ol>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: small;">Nah.., cukup mudah 'kan untuk merawat kain batik Anda agar tetap cantik. Selamat mencoba!</span></p>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Cara Mudah Membedakan Batik Asli Dengan Batik Cap/Sablon]]></title>
			<link>http://tubancraft.com/news/1/Cara-Mudah-Membedakan-Batik-Asli-Dengan-Batik-Cap%7B47%7DSablon.html</link>
			<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 03:41:31 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://tubancraft.com/news/1/Cara-Mudah-Membedakan-Batik-Asli-Dengan-Batik-Cap%7B47%7DSablon.html</guid>
			<description><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia Sebagian besar sedang demam batik sayangnya tidak diikuti dengan pengetahuan tentang batik itu sendiri. Banyak orang membeli batik, namun bukan batik yang sebenarnya, melainkan tekstil bermotif batik. Alangkah kecewanya bila Anda mengalami hal yang sama. berikut cara mudah mengenali batik tulis asli dengan batik cap/sablon:</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><br /></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Dilihat, perhatikan warna batik. Batik yang asli memiliki warna yang natural, solid dan kuat. Sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami, buram dan tidak solid. Selain itu motif batik yang asli terlihat kurang rajin/kurang beraturan, disebabkan karena pengerjaannya dengan menggunakan tangan. Disinilah letak nilai seni batik yang tinggi, karena dikerjakan secara manual dengan tangan pengrajin. Sedangkan motif pada tekstil, terlihat terlalu sempurna, hampir tidak ada cacat. Inilah yang menghilangkan nilai seni batik.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Diraba, pegang dan rasakan tekstur kainnya. Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan bila tekstil, bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar. Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang asli.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dicium, rasakan baunya pada permukaan kain. Batik yang asli memiliki bau yang khas yaitu bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dibalik, perhatikan sisi kain sebaliknya. Batik yang asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya. Sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Harga lebih mahal. Jangan terlalu senang bila menjumpai batik dengan harga murah. Walaupun harga merupakan hal yang relatif, namun perlu diperhatikan bahwa batik yang asli relatif berharga lebih mahal dari pada tekstil bermotif batik. Karena diproses secara tradisional menyebabkan biaya pengerjaan juga lebih mahal. Lain halnya dengan tekstil bermotif batik, karena proses pengerjaannya dengan mesin, harga jualnya menjadi lebih murah.</span></li>
</ol>
<p><br /><span style="font-size: small;">Dengan mengetahui 5 tips mendasar seperti disebutkan diatas, semoga Anda dapat lebih mengenal batik dengan teliti. Karena pilihan Anda atas batik, berpengaruh terhadap perkembangan pengrajin batik tradisional.</span></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia Sebagian besar sedang demam batik sayangnya tidak diikuti dengan pengetahuan tentang batik itu sendiri. Banyak orang membeli batik, namun bukan batik yang sebenarnya, melainkan tekstil bermotif batik. Alangkah kecewanya bila Anda mengalami hal yang sama. berikut cara mudah mengenali batik tulis asli dengan batik cap/sablon:</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><br /></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Dilihat, perhatikan warna batik. Batik yang asli memiliki warna yang natural, solid dan kuat. Sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami, buram dan tidak solid. Selain itu motif batik yang asli terlihat kurang rajin/kurang beraturan, disebabkan karena pengerjaannya dengan menggunakan tangan. Disinilah letak nilai seni batik yang tinggi, karena dikerjakan secara manual dengan tangan pengrajin. Sedangkan motif pada tekstil, terlihat terlalu sempurna, hampir tidak ada cacat. Inilah yang menghilangkan nilai seni batik.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Diraba, pegang dan rasakan tekstur kainnya. Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan bila tekstil, bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar. Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang asli.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dicium, rasakan baunya pada permukaan kain. Batik yang asli memiliki bau yang khas yaitu bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dibalik, perhatikan sisi kain sebaliknya. Batik yang asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya. Sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Harga lebih mahal. Jangan terlalu senang bila menjumpai batik dengan harga murah. Walaupun harga merupakan hal yang relatif, namun perlu diperhatikan bahwa batik yang asli relatif berharga lebih mahal dari pada tekstil bermotif batik. Karena diproses secara tradisional menyebabkan biaya pengerjaan juga lebih mahal. Lain halnya dengan tekstil bermotif batik, karena proses pengerjaannya dengan mesin, harga jualnya menjadi lebih murah.</span></li>
</ol>
<p><br /><span style="font-size: small;">Dengan mengetahui 5 tips mendasar seperti disebutkan diatas, semoga Anda dapat lebih mengenal batik dengan teliti. Karena pilihan Anda atas batik, berpengaruh terhadap perkembangan pengrajin batik tradisional.</span></p>]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>
